DOA

Tabuhan dram menggemparkan lapangan besar di tengah kota,
Suara merdu menambah indahnya perhelatan akbar di sana,
Berpuluh puluh pasangan meramaikan suasana di lapangan itu,
Entah sudah berapa pasang mata anak tak berdosa juga ikut berpartisipasi didalamnya,

Raga ini dapat menikmati eforia saat itu,
Hanya batinku yang masih sulit untuk bisa berkompromi,
Disaat semua melebur kedalam alunan musik merdu,
Justru aku hanya bisa menikmati kesepian ditengah keramaian yang sedang berjalan,

Seandainya waktu dapat terulang kembali,
Aku lebih memilih untuk tidak banyak bercakap,
Diam adalah cara terbaik,
Tetapi diam bukan berarti emas,

Sudah saatnya menentukan pilihan,
Apakah raga dan jiwa ini dapat dipersatukan kembali,
Sudah terlalu lama palung hati ini terluka,
Sudah saatnya palung hati ini terisi kembali,

Aku ingin berdamai dengan raga dan jiwa ku,
Waktu akan terus berputar,
Takdir tidak bisa dilawan,
Bingkaian kata indah sudah tidak dapat diukir kembali,

Hanya 1 persembahan terbaik ku,
Yang aku persembahkan bagi orang yang spesial,

Yaitu…

DOA !🙂

Karya : Cahyo ( @cahyo2201 )
12 juni 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s