KITA…

Image

Dalam setiap keheningan malam, AKU selalu terjaga dari semua mimpi buruk  yang akan mendatangi dikala AKU tertidur, AKU selalu ingin mencoba untuk berhenti menghirup sebagian nikmat yang Tuhan berikan..aah, mungkin AKU hanya bisa lari dari keterpurukan ini tetapi itu semua akan terasa percuma bila AKU akan mati dengan sia sia tanpa ada seseorang yang akan menangisi batu nisan ku nanti, terlebih juga Tuhan pun belum memberikan tempat untuk ku di atas sana bila aku mengikuti nafsu bodoh ini.

Hujaman air malam itu sangat deras turun ke bumi, membasahi seluruh tubuhku, dan membuat penglihatan ku terbatas. Moment terakhir yang dapat kulihat hanyalah melihat dirimu dengan seseorang yang sama sekali belum pernah ada di antara kita… dan KAMU pun terlihat nyaman berada dalam pelukan DIA.

Jauh sebelum kejadian malam itu, saat KAMU masih menjadi bagian dari hidup ku, AKU merasa memiliki seseorang yang bisa diajak tertawa dikala susah, bisa diajak bersedih dikala senang, lalu buat apa semua itu kita lakukan ? kita hanya ingin menjaga psikologis kita agar tidak terlalu jatuh dalam kesedihan dan agar tidak terlalu meninggi disaat senang sedang menghampiri.

Dahulu juga AKU memiliki seseorang yang bisa memberi masukan dikala pemikiran ini buntu harus berbuat apa… ah sudahlah itu kan dulu, saat ini AKU hanya bisa berdiam diri di atas genting rumah, melihat bintang berhamburan diatas sana.

AKU jadi teringat ketika kita selalu berjudi menghitung bintang, dan yang kalah akan mendapat hukuman, tetapi faktanya… kita selalu imbang, tidak ada yang menang maupun kalah, tetapi sekarang bila kita melakukan hal ini lagi, mungkin salah satu diantara kita akan ada yang menjadi pecundang, karena AKU yakin, saat ini kita sudah melihat bintang yang berbeda.

Dahulu semua hal yang terjadi diantara kita baik itu indah ataupun tidak, selalu terasa hanya milik kita berdua saja, tapi sekarang, sudah sangat berubah,karena  semua kenangan yang tersisa tentang kita hanyalah sebatas nama saja, nama KAMU dan nama AKU, mungkin dulu kita memiliki panggilan khusus satu sama lain, tapi sekarang panggilan khusus itu sudah lenyap entah kemana.

Semua tentang kita.. hmmm tampaknya hal ini patut di pikirkan ulang, karena semua yang berhubungan tentang kita sudah bergeser maknanya, dahulu KAMU selalu berkata, kata KITA itu lahir dari 2 kata, yaitu AKU + KAMU. Tapi kini, bagi AKU, rumusan kita hanyalah KAMU + DIA, lalu kemana perginya kata AKU ?

Sampai sekarang pun AKU belum bisa menjawab mengapa AKU sudah tidak ada lagi didalam rumusan KITA..

Selamat malam untukmu yang selalu menunggu kepastian dari diri SANG AKU…

Dan selamat memasuki lembar kehidupan yang baru, bagi dirimu yang telah menemui  sang AKU…

3 / Agustus / 2012

( @cahyo2012 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s